Thursday, February 4, 2016

ANALISIS PERMASALAHAN EKONOMI ACEH DAN INDONESIA

Pendapatan Daerah banyak, hasil alam melimpah, bahkan dana otonomi khusus yang jumlahnya lebih banyak dari pada daerah lain terlihat Aceh ini adalah Daerah yang sangat makmur. Namun semua itu berbanding terbalik dengan fakta yang terjadi di Aceh sekarang. Jika dilihat dengan pendekatan dengan teori ekonomi mikro, permintaan suatu barang di Aceh sangat mendukung pertumbuhan ekonomi, namun hampir semua uang yang ada di Aceh dibelanjakan ke Medan sehingga perputaran uang pada masyarakat aceh sangat sedikit dan membuat ekonomi di Aceh stagnan.
Dalam sehari ada 50 mobil bus, 200 unit L300, 1000 mobil pribadi, dan sekitar 500 Sepeda motor yang menuju medan, dan diperkirakan ada 3500 orang aceh yang pergi ke Medan dalam sehari. Jika satu orang hanya membawa  Rp. 1.000.000 untuk membelanjakan uangnya ke medan, dalam sehari uang Aceh ke medan Rp. 3.500.000.000. bayangkan jika dalam seminggu, sebulan, bahkan setahun, seakan-akan orang Aceh beramai-ramai bergotong-royong memakmurkan perekonomian Medan sampai pesat seperti sekarang.
Pada kebijakan pemerintah, Dana Otonomi khusus yang disalurkan pemerintah pusat untuk Aceh tidak dipergunakan untuk pengembangan ekonomi itu sendiri tapi lebih cenderung digunakan untuk pembangunan gedung-gedung fasilitas pemerintahan. Tak salah memang, namun jika dipergunakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pasti lebih efektif. Misalnya, memberikan fasilitas teknologi yang lebih canggih untuk petani padi, yang biasanya bisa panen setahun dua kali nantinya bisa panen setahun  empat kali. Bukan tidak mungkin terjadi, teknologi pertanian maju sudah dibuktikan oleh negara thailand.

Permasalahan ini memang tidak mudah untuk diselesaikan namun ada beberapa solusi yang harusnya dapat dilakukan oleh pemerintah bahkan masyarakat Aceh sendiri. Pemerintah bisa membangun pabrik-pabrik yang dapat mengolah bahan mentah seperti pabrik karet, kopi, sawit, dan bahan mentah lainnya sehingga bahan mentah dari masyarakat tidak di kirim ke medan. Dampak dari pembangunan pabrik-pabrik itu akan mengubah ekonomi aceh secara drastis karena jika pabrik suatu produk sudah ada di aceh, harganyapun akan lebih murah sehinngga masyarakat tidak lagi membelanjakan uangnya ke Medan.
ini juga banyak terjadi di berbagai daerah di indonesia, banyak perputaran uang menumpuk di salah satu kota saja karena kota tersebut berperan sebagai kota industri, namun tentunya ini tidak baik untuk perekonomian di negara ini.


                                                                                           Zulfan Murdani
Share:

1 comment:

My Blog List

Powered by Blogger.

Labels

Blogger templates

Categories