Aceh
terkenal dengan gelar Serambi Mekkahnya, namun Aceh itu sendiri tidak terlepas dari keberagaman
dan keunikannya. Jika ditanya apa anehnya orang Aceh Snouck Hurgonje punya pendapat
seperti ini : Aceh Sebuah negeri yang sudah tua, rakyatnya keras, suka
berperang dan fanatik terhadap islam. Pendapat Snouck ini bukan tak beralasan.
Selama bertahun-tahun penasehat pemerintah Hindia Belanda ini mengkaji Aceh
bahkan Snouck menuntut ilmu sampai ke Mekkah untuk mempelajari islam dan
memahami islam agar dapat masuk dalam masyarakat aceh lebih dekat. Akhirnya
Snouck berkesimpulan bahwa masyarakat Aceh adalah masyarakat yang “HEROIK”,
mereka patut sibanggakan atas kegigihan dan keberaniannya melawan kaum
penjajah.
Dilihat
dari sikap mentalnya, orang Aceh menurut Prof. Abou Bakar Aceh hampir mirip
dengan orang Badui di Jazirah Arab. Menurutnya kesamaan ini karena orang Aceh
selain memiliki watak yang keras yang sama kerasnya dengan kaum badui di tanah
Arab namun dibalik itu orang Aceh lebih merasakan sesuatu dengan perasaannya.
Karena
sifat itu, Maka dalam sebuah hadih maja orang aceh (semacam kata pepatah
namun bermakna) menyebutkan “Orang
Aceh meunyoe hatee hana teupeh kreeh jeut taraba, tapi meunyoe hatee jih ka
teupeh, bu leubeh han lee dipeutaba”. Maksudnya adalah menjelaskan sifat orang aceh
yang kalau hatinya belum tersakiti barang yang mungkin tidak boleh dipegang
oleh orang lain akan di izinkan untuk memegangnya namun jika hatinya sudah
terluka jangankan diaajak makan, nasi lebih sisa makan saja tidak akan di
tawarkan lagi.
Sifat
orang Aceh demikian bukan mengada-ngada. Sifat ini terbukti dalam pengalaman
sejarah Belanda di Aceh. Makin keras Belanda ingin menaklukkan Aceh, makin
keras pula semangat orang Aceh untuk melawan Belanda. Hingga Belanda pernah
menyatat, dari keseluruhan perang yang pernah mereka lakukan di Nusantara,
perang yang paling besar dan yang paling sulit mereka hadapi adalah perang
dengan rakyat Aceh. Begitulah anehnya Aceh.
Referensi : Barlian AW








sabung ayam online
ReplyDelete