Wednesday, March 25, 2015

SURUHAN SUNAH DALAM ISLAM

        



     1.        Berbuat baik lebih dari semestinya.

"Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, Maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang Mengadakan perbaikan. dan Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
( QS. Al Baqarah [002] : 220 ).






2.  Berjalan dimuka bumi, untuk memperhatikan akibat orang orang dahulu kala yang mendustakan agama.
        “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah[1]; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan ( rasul-rasul )”. ( QS. Ali 'Imran [003]: 137 ).

Ket :
[1] Yang dimaksud dengan sunnah Allah di sini ialah hukuman-hukuman Allah yang berupa malapetaka, bencana yang ditimpakan kepada orang-orang yang mendustakan rasul.





3. Berjalan dimuka bumi untuk meluaskan pemandangan.

 “Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka ( yang mendustakan Rasul ) dan Sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya? “ ( QS. Yusuf [012] : 109 ).
     
  Maka Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. ( QS. Al Hajj [022] : 46 ).



4. Berhias bila hendak pergi sholat 
   “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap ( memasuki ) mesjid[2], Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[3]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. ( QS. Al A'raaf [007] : 31 ).

Ket :
[2] Maksudnya: tiap-tiap akan mengerjakan sembahyang atau thawaf keliling ka'bah atau ibadat-ibadat yang lain.

[3] Maksudnya: janganlah melampaui batas yang dibutuhkan oleh tubuh dan jangan pula melampaui batas-batas makanan yang dihalalkan.


5. Berkatalah dengan Lemah Lembut, bukan kasar 

 “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[4]. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”.( QS. Ali 'Imran [003]: 159 ).
Ket :
[4] Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.


6. Menikah kepada perempuan yang disukai.

        “Dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil terhadap ( hak-hak ) perempuan yang yatim ( bilamana kamu mengawininya ), Maka kawinilah wanita-wanita ( lain ) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil[5], Maka ( kawinilah ) seorang saja[6], atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”.( QS. An Nisaa' [004] : 3 ).

Ket :
[5] Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah.
[6] Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh Para Nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w. ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja.



Kamu diperbolehkan  menikah dengan dua, tiga atau empat perempuan adalah dengan syarat yang berat sekali yaitu haruslah kamu berlaku adil antara perempuan perempuan itu ( istri istri ) tentang nafkahnya dan giliran gilirannya. Tetapi jika kamu kawatir bahwa kamu tidak akan berbuat adil hendaklah kamu beristri seorang saja.
Hikmahnya atau rahasianya adalah karena karena orang laki laki di masa nabi Muhammad sedikit dibanding orang perempuan disebabkan banyak yang mati dalam pertempuran, begitu pula di negeri negeri yang telah terjadi peperangan, sedikit laki lakinya dibanding orang perempuan. Oleh sebab itu dibolehkan laki laki beristri lebih dari seorang perempuan, agar janda janda yang ditinggal kematian suaminya dapat bantuan dari suaminya yang kedua. Istri istri nabi Muhammad hanya seorang saja yang gadis yang lain semuanya janda sebagai bukti bahwa ia beristri lebih dari seorang adalah karena membantu kehidupan perempuan perempuan janda itu


Share:

1 comment:

My Blog List

Powered by Blogger.

Labels

Blogger templates

Categories